Nare: Wadah Multifungsi dan Gotong-Royong

Minggu, 05 Maret 2017

Nare dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan nampan, salah satu perabotan rumah tangga yang cukup penting dan sering dijumpai di tengah kehidupan masyarakat dewasa ini. Namun bedanya, nare berbentuk bulat dan terbuat dari besi.

Ukuran nare ada yang besar dan kecil. Nare ukuran besar berdiameter 106 cm sedangkan yang kecil berdiameter 53 cm.

Pada umumnya, nare berwarna dasar putih dengan bingkai berbagai warna. Ada yang merah, hijau, kuning, atau biru. 

Di tengah-tengah nare ada gambar berbentuk hiasan bunga dengan warna yang indah dan cerah. Ada juga nare berwarna merah atau biru, namun nare berbahan dasar putih lebih diminati oleh masyarakat.

Nare yang merupakan wadah multifungsi ini bisa dibeli di pasar-pasar tradisional. 

 Harga nare berukuran besar terbilang cukup terjangkau hanya sekitar sekitar Rp. 340 ribu/lusin, sedangkan yang ukuran kecil sekitar Rp. 230 ribu/lusin.
Karena terbuat dari besi, maka benda bulat tersebut cukup berat namun tahan lama hingga belasan tahun. 

Oleh karena itu, anak-anak agak kesulitan bila menggunakannya. Nare lebih mudah dibawa dengan cara diletakkan di atas kepala oleh orang dewasa dan remaja.

Nare biasanya digunakan untuk membawa makanan atau minuman dengan jumlah banyak dalam momen-momen yang melibatkan masyarakat seperti gotong royong, maulidan, pernikahan, khitanan, syukuran haji, membuat nare menjadi sangat penting keberadaannya.

Ibu-ibu senang mengkoleksi nare, karena selain bisa digunakan oleh sendiri, juga bisa dipinjamkan pada orang lain.

Supaya tidak tertukar, nare diberi nama dengan menggunakan cat di bagian belakang. Dulu, sebelum nare beredar di pasaran, masyarakat biasa menggunakan lelepak, yang berbahan dasar kayu, dan dibuat secara manual. Seiring perkembangan zaman, fungsi lelepak digantikan oleh nare yang diproduksi masal oleh pabrik.

Nare merupakan benda biasa, namun keberadaannya harus dipertahankan, karena ia merupakan salah satu simbol perekat persatuan ummat. Selain itu, nare juga merupakan ciri khas masyarakat sasak, yang menjadi bagian penting dari NKRI.(Umi)



Maret 05, 2017

0 komentar:

Posting Komentar