Guru Asshohwah Ditatar “Golden Teaching”

Senin, 10 April 2017


Ponpes Asshohwah Al Islamiyah terus mengupayakan pembenahan dan perbaikan di
segala sektor, untuk  mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu di Ponpes setempat. Salah satunya dengan menyiapkan tenaga-tenaga pengajar dan pembina yang berkualitas, kreatif serta profesional.

Melalui pelatihan guru bertajuk “Golden Teaching” yang digelar Ponpes Asshohwah Al Islamiyah Minggu (9/4), menghadirkan motivator sekaligus story teller (Pendongeng) nasional, Wawan Hendrawan, sebagai salah satu kegiatan yang dihajatkan untuk mendidik  dan mentatar guru menjadi guru menyenangkan, kreatif dan menggugah serta berdampak.

“Seorang guru, selain menjadi tenaga pengajar juga hendaknya bisa menjadi tenaga pendidik, yang memiliki rasa tanggung jawab untuk membina anak didiknya secara penuh,” kata kepala SMP IT Ashohwah Al islamiyah Akhyar Rosidi S.Sos.I,dalam sambutannya. Kegiatan ini ungkapnya diharapakan dapat mendidik guru menjadi guru yang kreatif dan bisa berinprovisai dalam mengajar, berinovasi dengan metode pembelajaran baru yang lebih disukai anak didik, dan tentunya bisa lebih efektif serta maksimal dari segi hasil pembelajaran.

Pelatihan yang diikuti sebanyak 25 guru yang terdiri dari guru SMP IT, PAUD serta para pembina asrama tersebut berjalan lancar dan menarik. Para peserta mengikuti dengan penuh semangat, antusias karena disatu sisi kemasan dan penyampaian materi terbilang cukup menarik, unik dan menghibur. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. 

  Dalam pemaparannya, pemateri yang akrab di panggil Kang Wawan ini mengutarakan bahwa seorang yang memilih untuk menjadi seorang guru tidak berarti lantas berhenti untuk terus belajar dan mengembangkan diri dengan berbagai khazanah pengetahuan. 

“ When You decide to be teacher at the same time you a learne (ktika anda memutuskan untuk menjadi seorang guru, maka pada saat itu anda menjadi seorang pelajar,” ungkap Wawan, mengutip satu kutipan. Karenanya, salah satu kewajiban guru, menurut wawan adalah terus belajar dan belajar , menambah khazanah keilmuannya dari berbagai aspek.

“Annggap Ponpes Asshohwah adalah tempat anda terus berkembang, maka bersiaplah menjadi seorang  guru yang bercahaya,” tegasnya. Ia memotivasi dan mengarahkan para guru agar terus mengembangkan diri, khususnya dalam  hal metode-metode serta tehnik praktik pembelajaran dikelas. “Golden teaching”, sebuah metode pembelajaran dengan menitik beratkan praktik mengajar yang pariatif, menarik, kreatif, unik dan tidak membosankan bagi anak didik. Ada banyak metode yang dipaparkan, agar seorang guru bisa mengembangkan poses pembelajaran menarik dan mengundang minat siswa.

Salah satunya adalah dengan menerapkan metode atau teori metaphor atau bercerita. Dimana sebelum seorang guru mulai membahas materi, maka alangkah baiknya guru memulai dengan bercerita atau menyampaikan kisah-kisah inspiratif, atau memiliki relevansi dengan materi yang nantinya akan disampaikan.
Selain itu Wawan juga menawarkan metode lain agar mengeliminir kebosanan atau kejenuhan siswa dalam belajar, seperti  seperti  scene setting, pertanyaan, tebakan, gambar, video dan game. (*)






April 10, 2017

0 komentar:

Posting Komentar