Jajaran Biro SDM Polda NTB Bakti Sosial Ke Ponpes Asshohwah

Sabtu, 10 Juni 2017

Jajaran Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda NTB melakukan kunjungan
ke Pondok Pesantren Asshohwah Al Islamiyah Biletepung, 
Kamis (7/6). Kunjungan kali ini dalam rangka kegiatan bakti sosial, merupakan rangkaian kegiatan HUT Bayangkhara ke 71 tahun ini. 
Karo SDM Polda NTB Kombes Pol Mardiono menyerahkan paket sembako kepada santri


Kegiatan bakti sosial Karo SDM Polda NTB kali ini dengan membagikan paket sembako untuk tiga puluh anak yatim dilingkungan Ponpes setempat.

Pembagian sembako dipimpin langsung Kepala Biro (Karo) SDM Polda NTB Kombes Pol.Mardiono, yang ikut serta dengan rombongan bakti sosial kali ini.

Rombongan sebanyak dua puluh orang itu diterima langsung Mudir Ponpes Asshohwah Al Islamiyah TGH.Muhammad Taesir Al Azhar Lc,MA yang menyaksikan serta mendampingi pembagian paket sembako. Dalam sambutanya Mardiono menyatakan bersyukur bisa menyambangi Ponpes Asshohwah Al Islamiyah dan bertatap muka dengan para santri, sekaligus berbagi dengan santri. 

Dalam kesempatan itu Mardiono memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat dalam menuntut ilmu serta menghafal Al Qur’an. Mengingat kedepan, khusus untuk para santri penghafal Al Qur’an akan diberikan kemudahan dan keringanan jika ingin masuk atau bergabung menjadi anggota kepolisian.

foto bersama jajaran Biro SDM Polda NTB dengan santri dan Mudir Ponpes Asshohwah Al Islamiyah.
“ Baru saja kami menerima pesan dari Kapolri, bahwa santri yang
menghafal minimal sepuluh juz serta berbadan sehat, tinggi badan standard aturan, bisa langsung diterima,” kata Karo SDM Polda NTB. 

Dia mengatakan, hal ini merupakan salah cara memotivasi para santri agar tetap bersemangat menuntut ilmu agama dan menghafal Al Qur’an. Dia menambahkan kebijakan Polri ini juga sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Polri kepada para santri penghafal Qur’an yang ingin mejadi atau bercita-cita menjadi polisi,guna mempermudah hajat para santri.

Sementara itu, Mudir Ponpes Asshohwah Al Islamiyah TGH. Muhammad Taesir Al Azhar menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya kepada pihak kepolisian daerah NTB, yang telah menunjukan kepeduliannya kepada ponpes Asshohwah.

“Terimakasih kepada jajaran Polda NTB yang terus menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat, wabil khusus kepada Ponpes Asshohwah," kata Mudir. Kepedulian dan perhatian Polda NTB kepada Ponpes Asshohwah kali ini bukanlah yang pertama. Kunjungan dan bakti sosial juga pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya di Ponpes Asshohwah. Mudir mengatakan, pembagian sembako tahun lalu bahkan diberikan langsung Kapolda NTB saa itu, Irjen Umar Septiono.

“Saya ingat Pak Kapolda Irjen Umar Septiono terjun langsung memanggul sembako dan membagikannya kepada masyarakat miskin di Dusun Biletepung,” kata Mudir. Tak dipungkiri, kedekatan dan jalinan emosional antara Polda NTB dan Ponpes Asshohwah Al Islamiyah telah terjalin cukup lama. Sejak kepemimpinan Komjen Pol. Drs Moechgiyarto SH.MH (Kapolda NTB sebelum Irjen Umar Septiono), Polda NTB dan Ponpes Asshohwah sering melakukan berbagai jenis kerja sama.


Irjen Drs. Umar Septono (Kapolda NTB sebelumnya), memanggul sendiri paket sembako untuk dibagikan ke masyarakat miskin Biletepung ( pada kegiatan bakti sosial jajaran Polda NTB tahun lalu).
“Komjen Pol.Drs.Moechgiyarto ikut berpartisipasi dalam peletakan batu pertama pembangunan asrama putri beberapa tahun lalu,” katanya.
 
Tak hanya itu, Polda NTB kerap mengerahkan personil kepolisian untuk berpartisipasi membantu kegiatan pengecoran sejumlah bangunan di lingkungan Ponpes. Tuan guru mengaku dirinya juga kerap diundang pihak Polda NTB sebagai pembicara atau penceramah dalam berbagai kegiatan dilingkungan Polda NTB sejak beberapa tahun sebelumnya. Mudir berharap kerjasama dan jalinan persahabatan antara Ponpes Asshohwah dan Polda NTB terus terjalin dan tetap erat selamanya.

Selanjutnya, mudir juga mengapresiasi kepedulian dan perhatian yang ditunjukan pihak Polri terkait kemudahan bagi para santri penghafal Quran dalam proses seleksi menjadi anggota kepolisian. Ia berharap kebijakan ini bisa memacu semangat santri dalam menghafal Al qur'an. (*)



Juni 10, 2017

0 komentar:

Posting Komentar