Ponpes Asshohwah Sambut Hampir Dua Ratus Santri Baru

Selasa, 18 Juli 2017

Mudir Ponpes AAI menerima Simbolis Perwakilan santri dan wali


Pondok pesantren Asshohwah Al Islamiyah (AAI)  Gerung Lombok Barat (Lobar) tahun ajaran baru
2017/2018 ini menerima sebanyak 164  santri baru . Dari jumlah tersebut, 121 diantaranya terdaftar sebagai santri SMP IT dan 43 lainnya terdaftar sebagai santri Madrasah Aliyah (MA).  Jumlah ini meningkat pesat dibanding penerimaan santri baru tahun lalu.

Santri dan santriwati baru diterima dan disambut hangat di Ponpes Asshohwah, Senin (17/7) , hari yang memang telah dijadwalkan untuk kedatangan dan penyambutan santri baru tahun ajaran ini. Santri baru di serahkan secara simbolis kepada pihak ponpes dari wali murid. Dalam sambutannya Mudir Ponpes AAI TGH. M.Taesir Al Azhar Lc, Ma mengucapkan selamat datang kepada santri-santri baru yang akan mulai nyantri di Ponpes Asshohwah tahun ini. Dalam kesempatan itu, Mudir juga mengingatkan kepada santri baru tentang pentingnya bersungguh-sungguh dan berlelah-lelah dalam menuntut ilmu.

“ Barang siapa yang tidak tahan pahitnya belajar maka engkau harus tahan menanggung perihnya kebodohan,” ujar Mudir, mengutip ucapan masyhur dari salah satu ulama besar Islam Imam Syafi’i. Pentingnya menjaga mental dan berlelah-lelah dalam menuntut ilmu adalah salah satu kunci sukses dalam belajar. Ponpes Asshohwah yang notabene adalah pondok yang baru berdiri, tentu akan banyak terdapat kekurangan dan keterbatasan baik dari segi pasilitas maupun sistem. 

Untuk itu, mental dan iktikad kuat untuk berjuang ditengah keterbatasan sangat diperlukan dan harus diaplikasikan bagi para santri sehari-hari.   

“Sebagai pondok yang baru, Asshohwah tentu ada keterbatasan, tapi keterbatasan  tentu bukan alasan untuk malas dalam belajar,” ujar Mudir. Bila bersungguh-sungguh dan bersusah payah, hasil manis tentu akan dikecap para santri kedepan.

proses daftar ulang santri baru di Ponpes Asshohwah Al Islamiyah
Dia menjelaskan, banyak peluang dan kesempatan meraih suksesn bagi para santri jika bersungguh menuntut ilmu di ponpes AAI. Salah satunya adalah kesempatan mengecap sukses menjadi duta Asshohwah di luar negeri, karena salah satu program pengiriman santri dan ke luar negeri adalah salah satu program yang akan realisasikan dalam waktu dekat ini.

“Insya Allah kita akan mengirim beberapa santri untuk bertandang ke Malaysia, tepatnya di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) Bulan Sepetember mendatang,” kata Mudir. Karena itu ia mendorong para santri untuk terus berlomba-lomba dan berjuang dalam meraih prestasi di ponpes, dengan cara bersungguh-sungguh dalam belajar, agar bisa merasakan kesempatan menjadi duta Asshohwah di luar negeri.

Sementara itu Ketua yayasan Asshohwah Isamiyah Akhyar Rosidi menyampaikan ucapan ahlan wasahlan atau selamat datang kepada para santri baru. Ucapan terimakasih juga disampaikannya kepada wali murid yang sudah menitipkan dan mempercayakan anak-anaknya di ponpes AAI. 

Akhyar juga mengingatkan tentang perlunya menjaga keihlasan niat dan tujuan sebelum mendidik anak. Sebab niat yang baik dan iklas tentu akan menjadi salah satu sebab dimudahkannya segala urusan dan proses dalam mendidik atau menyekolahkan anak. 
Niat baik dan lurus menitipkan anak di Ponpes sebagi tempat untuk menimba ilmu agama bukan tempat atau wahana menampung anak-anak bermasalah.   

 “ Mari kita sama-sama luruskan niat dalam menyekolahkan anak-anak kita di pesantren, kita ubah paradigma kita dalam mendidik anak di pesantren,  sehingga pesantren tidak dijadikan suau tempat pembuangan atau penampungan anak-anak nakal,” kata Akhyar Rosidi.

Dalam setiap proses pendidikan anak di pesantren, hal terpenting lainnya adalah terkait dukungan dan kerjasama antara pihak pondok dengan wali santri.  Dukungan dan kerjasama dimaksud mencakup  dukungan moral dan materil.  Akhyar menjelaskan, apabila kerjasama dan dukungan tersebut terjalin denan baik dan berkesinambungan,  maka tentu akan berdampak baik serta membantu jalannya proses pendidikan anak di pesantren.   

“ Dukungan wali murid baik itu moral dan material sangat penting dan kita harapkan untuk menunjang kesuksesan setiap proses pendidikan  santri” ujarnya. 

Dalam acara serah terima terseut, dua perwkilan santri berikut wali murid diterima simbolis oleh Mudirul Ma’had Ponpes Asshohwah Islamiyah TGH. Muhammad Taesir Al Azhar. Penyerahan tersebut sebagai pertanda komitmen dua pihak untuk menitipkan dan mendidik santri dilandasi keikhlasan dan saling percaya. *



Juli 18, 2017

0 komentar:

Posting Komentar