SMP IT Asshohwah Gratiskan Biaya Pendidikan Anak Yatim

Selasa, 08 Agustus 2017

Kepala SMP IT Asshohwah Akhyar Rosidi S.Sos,I
Lobar (Asshohwah Media) - Sekolah Islam Terpadu (IT) ternyata tidak identik dengan
sekolah mahal atau sekolah dengan biaya selangit, seperti yang dipersepsikan banyak pihak belakangan ini.  Nyatanya, banyak sekolah-sekolah  IT di Indonesia yang memberikan kemudahan dan keringanan untuk anak-anak atau masyarakat menengah kebawah (du’afa).

Salah satunya adalah SMP IT Asshohwah Al Islamiyah Gerung. Lombok Barat (Lobar). Sekolah ini dari awal berdiri telah memberikan kemudahan dengan menggartiskan biaya pendidikan untuk anak-anak yatim serta keringanan dan bantuan untuk santri yang kurang mampu (du’afa).

Kepala SMP IT Asshohwah Islamiyah Akhyar Rosidi, S.Sos.I mengatakan, kebijakan ini tak lain untuk memberikan kesemapatan kepada anak-anak berlatar belakang keluarga tidak mampu, khususnya bagi anak-anak dengan status yatim, agar bisa merasakan pendidikan setara dengan anak-anak lainnya.

“Setidaknya anak-anak yatim bisa merasakan pendidikan yang berkualitas, sama dengan anak-anak lainya, tanpa terkendala biaya” katanya saat dijumpai Asshohwah Media  Selasa, (8/8). Anak-anak yatim umumnya adalah anak-anak yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.  Mereka juga berhak atas pendidikan berkualitas. Namun karena keterbatasan dan alasan biaya, banyak anak- anak yatim yang gagal menggapai cita-citanya mengenyam pendidikan.

Karena itu, ponpes Asshohwah kali ini memberikan anak-anak yatim dan kaum du’afa kesempatan untuk meraih cita-cita mereka. Kesempatan meraih mimpi ditengah kondisi yang tidak memadai, masih terbuka bagi anak-anak yatim. Akhyar mengungkapkan, membantu dan meringankan kaum du’afa dan anak yatim juga akan banyak mendatangkan manfaat berkah tersendiri bagi Ponpes, diantaranya, dengan segala keistimewaan yang dimiliki anak yatim, tentu sekolah ingin memanfaatkan  dengan membantu dan meringankan mereka agar ponpes  memperoleh berkah dari Allah SWT.

“Ponpes ingin mengambil berkah dengan kehadiran banyak anak yatim di pondok,”
Hingga sat ini, tercatat sebanyak 25 santri yatim yang menimba ilmu di Ponpes Asshohwah.  Pihak ponpes  sepenuhnya menanggung biaya pendidikan mereka hingga santri-santri tersebut menyelsaikan studi nanti.

“Insya Allah santri-santri yatim kami tanggung sepenuhnya, atau mereka gratis tanpa bayar  disini,” kata dia.Bantuan dan keringan lain yang diberikan  ponpes kepada siswa tidak mampu jelas akhyar adalah melalui program beasiswa.  Program ini juga sebagai salah satu cara membantu anak-anak atau santri tidak mampu terkait biaya pendidikan mereka . Saat ini banyak pihak baik dalam maupun luar negeri yang menjadi donatur, memberikan bantuan mereka untuk sejumlah santri seperti PT. Telkom, donatur dari Arab Saudi, Afrika,Qatar dan dari pihak yayasan Asshohwah sendiri. (*)



Agustus 08, 2017

0 komentar:

Posting Komentar