Pentingnya Menjaga Keikhlasan Dalam Menuntut Ilmu

Jumat, 10 Maret 2017


Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Menuntut ilmu dalam Islam bahkan diperintahkan sejak manusia masih dalam buaian hingga manusia masuk kedalam liang lahat (meninggal dunia). 

Allah SWTmewajibkan manusia menuntut ilmu semata-mata untuk keperluan dan kemaslahatan manusia itu sendiri, agar manusia memiliki bekal serta “kompas” dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia fana ini.
  
Namun terkadang, tidak sedikit umat Islam sering melalaikan dan mengabaikan beberapa adab atau tata tertib, terutama terkait niat serta keikhlasan dalam menuntut ilmu. Sehingga tidak jarang aktivitas menuntut ilmu berujung pada tidak berkahnya ilmu yang kita peroleh, bahkan sering kali ilmu yang kita gali malah menjadi penebar fitnah bagi umat, ketimbang menjadi atau menebarkan keberkahan untuk umat dan kehidupan. Ada banyak dari kita yang hanya berniat mencari ilmu semata-mata hanya untuk mencari dan mengejar gelar atau pengakuan dunia saja.

Padahal Ikhlas atau keikhlasan adalah salah satu adab paling fundamental dalam aktivitas menuntut ilmu.Ikhlas mengharap ridho Allah serta mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat, sebab Allah SWT telah mendorong dan memotivasi utnuk itu. 
“Maka ketahuilah tidak ada sesembahan yang hak selain Allah dan minta ampunlah atas dosa-dosamu,” (QS Muhammad <47>:19). 

Dengan demikian, hendaknya kita harus mengikhlasan diri dalam menuntut ilmu hanya untuk Allah. Apabila seseorang dalam menuntut ilmu mengharapkan untuk memperoleh persaksian/gelar demi mencari kedudukan dunia atau jabatan maka, bersiaplah dengan ancaman agama seperti yang diterangkan dalam salah satu hadist rasulullah SAW : 

 مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Rasulullah SAW bersabda “ barang siapa yang menuntut ilmu yang seharusnya hanya ditujukan untuk mencari wajah Allah azzawajalla tetapi dia justru berniat untuk meraih bagian kehidupan dunia maka dia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.” (HR.Ahmad, Abu Daud). Ancaman dimaksud yakni tidak bisa mencium aroma atau bau surge, adalah ancaman yang sangat kera. Oleh karenanya, sebagai umat islam hendaknya harus benar-benar pandai menjaga niat dan keihklasan kita dalam aktivitas menuntut ilmu, baik disekolah, pesantren maupun bangku perkuliahan. Apalah arti gelar dan pengakuan dunia yang kita agung-agungkan, jika itu bisa meyeret kita pada kemurkaan Allah SWT.   

Namun bagaiman jika seseorang yang menuntut ilmu memiliki niat memperoleh /ijazah/gelar sebagai sarjana, agar bisa memberikan manfaat kepada orang-orang dengan mengajarkan ilmu, pengajian dan sebaginya. Dal hal ini ulama berpendapat jika niatnya bagus yakni semata-mata mendapatkan gelar namun untuk kemaslahatan dan pengabdian kepada umat, maka disini tidak bermasalah, karena ini adalah niat yang benar. (fy)




Maret 10, 2017

0 komentar:

Posting Komentar