Santri Asshohwah Di Ingatkan Pentingnya Vaksin MR


Lobar (AsshohwahMedia)-Tim kesehatan imuinisasi Measless Rubella (MR) Puskesmas Dasan tapen Lombok Barat melakukan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan terkait penyakin  dan vaksin rubela kepada santri Pondok pesantren Asshohwah Al Islamiyah Biletepung Selasa ,(2/10) 

 Kegiatan penyuluhan ini sebagai rangkaian kegiatan sebelum  vaksinasi MR untuk seluruh santri  di ponpes Asshohwah.  Tim kesehatan  berinisiatif menjelaskan dan mengingatkan pentingnya vaksin MR sebagai salah satu program pencegahan penyakit yang konon belum ditemukan obatnya hingga saat ini.

Pihak sekolah yang dikonfirmasi terkait kesediaan sekolah untuk di imunisasi, sebelumnya menyatakan telah menyerahkan permalasahan ini sepenuhnya kepada santri dan walinya.
Untuk itulah penyuluhan ini dimaksudkan memberian informasi yang jelas terkait vaksin MR yang sebelumnya mengundang polemik ditengah masyarakat, karena kandungan vaksin yang diduga mengandung bahan tidak halal.

Kepala puskesmas dasan tapen  Hasmuni Budiawan s.kep
dalam sosialisasi tersebut menjelaskan kepada santri tentang manfaat besar program imunisasii MR, khususnya untuk generasi muda. Dia menerangan ada resiko jika generasi muda tidak dilakukan tindakan imunisasi atau vasin MR saat ini. 

" Kalau kita terkena campak maka akan rentan terkena berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit paru- paru , jantung dan penyakit berbahaya lainnya,' kata dia.
Khusus untuk vaksin MR, ia menjelaskan bahwa vaksin ini sangat bermanfaat dan sangat penting untuk diberikan kepada generasi  muda saat ini. ' Jika tidak divaksin maka resiko terinfeksi rubela akan ada, yang berakibat bisa mengancam kesehatan serta bisa berujung pada munculnya berbagai penyakit berbahaya seperti katarak, gangguan mental, gangguan perkembangan otak, ' katanya.
Untuk itulah sejak dini vaksin MR ini diperlukan sebagai salah satu langkah antisipatif terhadap risiko penyebaran rubela.

Terkait halal tidaknya vaksin MR, ia menerangkan bahwa sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir dan menjadikannya polemik, mengingat garansi halal dari Majelis Ulama (MUI) pusat sudah dikantongi terkait hukum vaksinasi MR ini.
"Hukumnya oleh MUI dinyatakan mubah, tentu kita sama-sama faham apa itu mubah." uajr Budiawan.
 
Meski demikian, pihaknya mengaku tidak mengharuskan sekolah dan santri untuk mau menerima pemberian vaksin MR, dengan pertimbangan polemik dan kontropersi yang ada ditengah masyarakat yang terlanjur ada.
Untuk itu pihak pihak puskesmas  menyerahkan kepada sekolah dan santri apakah bersedia atau tidak untuk di vasin MR.

Sementara pihak sekolah mengaku akan  segera menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada seluruh orang tua dan wali santri terkait pemberian vaksin MR.
"Nanti apakah orang tua atau wali santri mengijinkan atau tidak anak-anak mereka diberian vaksin, itu kami serahkan sepenuhnya kepada orang tua /wali," kata kepala MA Asshohwah Al Islamiyah Hj. Ummi Kulsum, Lc .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer